PROSES PRODUKSI PEMBENIHAN IKAN LELE
ANGGOTA KELOMPOK
LELE 1 :
1.
I
GEDE ANGLING REKA PUTRA (05)
2.
NI
MADE ARTHINI DWI LESTARI (08)
3.
PUTU
RIESMA OVILYA PUTRI (09)
4.
PUTU
TIYA KIRANA WIBAWA (10)
ANGGOTA KELOMPOK
LELE 2 :
1.
I
DW. AGUNG GEDE OKA DWI WICAKSANA (11)
2.
NI
MADE IRMA FEBBY PRASASTI DEWI (13)
3.
GUSTI
AYU ITA PURNAMI (16)
4.
I
GEDE ADRIYAN ANTANARA (28)
SMA NEGERI 2
AMLAPURA
TAHUN PELAJARAN
2015/2016
I.
Persipan Sarana dan Prasarana Pemeliharaan Induk
Lele
Persiapan lahan.
A.
Proses pengolahan
lahan (pada kolam tanah) :
o Pengeringan : untuk membersikan kolam dan mematikan
berbagai bibit penyakit.
o Pengapuran : dilakukan dengan kapur dolomit atau
zeolit dosis 60 gram/m2 untuk
mengembalikan keasaman tahan dan mematikan bibit penyakit yang tidak mati saat
pengeringan.
o Perlakuan TON (tambak organik nusantara) : untuk
menetralakan berbagai racun dan gas berbahaya hasil pembusukan bahan organik
sisa budiday sebelumnya.
o Pemasukan air : dilakukan secara bertahap mula –mula
setinggi 30 cm dan dibiarkan 3 – 4 hari untuk menumbuhkan plankton sebagai
pakan alami lele.
B.
Pada Tipe Kolam
Berupa Bak :
o Pembersihan bak dari kotoran (sisa budidaya
sebelumnya).
o Penjemuran bak agar kering dan bibit penyakit mati.
Pemasukan air dapat dilakukan langsung penuh dan segera diberi perlakukan TON
dengan dosis yang sama.
C.
Pada Tipe Kolam
Berupa Terpal :
-
Tahap utama
dalam budidaya ikan lele adalah wadah atau kolam budiday yang baik seperti pada
tipe kolam terpal langkah –langkah yang dilakukan daam persiapan menggunakkan
kolam terpal adalah :
o Bagian dalam terpal dicuci dengan sabun untuk
menghilangkan bau lem tau bahan kimia yang dapat membunuh benih ikan.
o Setelah itu bagian dalam terpal dibilas bersih dan
dikeringkan dalam sehari.
o Kolam diisi air hingga ketinggian 20 cm.
o Setelah kolam terisi air diamkan kurang lebih satu
minggu untuk proses pembentukan lumut dan untu pertumbuhan fitoplankton.
Adapun kelebihan kolam tanah,
dibandingkan dengan kolam tembok, terpal atau aquarium :
Ø Terdapat beranekaragam organisme yang dapat
menunjang kehidupan ikan lele.
Ø Biaya pembuatan kolam tanah relatif lebih murah
dibandingkan jenis kolam lainnya.
Ø Lebih fleksibel, mudah dialih fungsikan untuk tujuan
lain seperti sawah.
Tipe kolam
tanah :
Ø Kolam tanah dengan tanggul tanah.
Ø Kolam tanah dengan tanggul tembok atau batu.
Ø Kolam tambak air payau.
Alat - alat yang digunakkan untuk budidaya ikan
lele diantaranya :
a.
Substrat sarang
: bahan sarang yang nantinya akan digunakkan oleh pejantan untuk membuat
sarang. Substrat yang digunakkan adalah ijuk.
b.
Waring atau
hanco : berguna untuk menangkap benih ikan dalam kolam.
c.
Hapa : berguna
untuk penetasan telur secara terkontrol dan kadang –kadang untuk menangkap
benih.
d.
Waring/ scoopnet
: berguna untuk menangkap benih ikan yang berumur satu minggu keatas.
e.
Kekaban :
berguna untuk tempat penempelan telur yang bersifat melengket.
f.
Ember : untuk
menampung benih sementara.
g.
Piring secchi :
untuk mengukur tingkat kecerahan air.
h.
Saringan : untuk
membersihkan permukaan kolam dari kotoran dan membersihkan sisa pakan yang
tidak habis.
II.
Pemeliharaan induk lele
·
ciri-ciri induk
lele
1.
Indukan berusia
± 8 s/d 30 bulan
2.
Berat indukan
berkisar antara 1,2 s/d 4 kg
3.
Bentuk tubuh
normal , tidak ada kelainan dan kondisi dalam keadaan sehat
·
ciri-ciri
perbedaan induk betina dan jantan
|
Induk
betina
|
Induk
jantan
|
|
Alat
kelamin berbentuk oval
|
Alat
kelamin berbentuk bulat panjang
|
|
Perawakan
pendek
|
Perawakan
panjang
|
|
Bentuk
moncong lebih tumpul
|
Bentuk
moncong induk jantan lebih runcing
|
·
ciri-ciri induk
yang siap dibuahi dan membuahi
|
Induk
betina
|
Induk
jantan
|
|
Alat
kelamin terlihat agak menonjol dan berwarna merah atau abu –abu
|
Alat
kelamin berwarna merah atau abu –abu
|
|
Perut
buncit dan jika dipegang terasa kenyal
|
Jika
bagian perut ditekan akan keluar cairan sperma yang berawarna putih
|
|
Jika
bagian punggung diusah dengan tangan sirip punggung akan berdiri
|
Jika
bagian punggung diusah dengan tangan sirip punggung akan berdiri
|
|
Gerakan
kurang agresif
|
Gerakan
lebih agresif
|
1.
Pemberian pakan
Agar
memperoleh kematangan induk yang memadai setiap hari induk diberi pakan yang
bergizi. Jenis pakan yang diberikan yaitu pakan buatan yang berupa pelet
sebanyak 3-5 % perhari dari total bobot induk yang dipelihara. Ada juga induk
lele yang diberi pakan berupa limbah peternakan ayam (ayam tiren) yang dibakar
atau direbus terlebih dahulu. Pakan diberikan 2 – 3 x sehari pada pagi, sore,
dan malam hari.
2.
Pengelolaan
kualitas air
Dalam
pemiliharan induk lele kualitas air tidak terlalu berpengaruh induk lele
termasuk ikan yang mampu hidup pada kondisi kualitas air yang jelek sekalipun,
asalkan air tidak tercemar oleh limbah berbahaya. Karena kemampuan tersebut
maka induk lele ini dipelihara pada bak atau wadah yang airnya tidak mengalir
agar lele dapat hidup dengan nyaman. Yang perlu diperhatikan volume air atau
ketinggian air wadah jangan sampai berkurang. Ketinggian air sebaiknya
dipertahankan minimal 75 cm agar induk
tidak mudah stress.
3.
Pengendalian
hama dan penyakit
Hama
yang sering mengganggu induk ikan lele yaitu biawak, ular, dan ikan-ikan predator
seperti gabus,belut,atau dari lele-lele sejenis yang berukuran lebih besar.
Sedangkan penyakit relatif jarang menyerang. Namun jenis-jenis jamur
saprolegnia sp. Kadang-kadang sering menyerang,terutama sehabis induk-induk
ikan selesai memijah .
III.
Pemijahan Induk Lele
Saat ini banyak berkembang cara pemijahan ikan lele,
dari mulai cara alami hingga cara intensif.
a.
Pemijahan ikan lele secara alami.
Langkah pertama untuk pemijahan ikan lele secara
alami adalah dengan memilih induk betina dan jantan yang sudah matang gonad.
Sebelum proses pemijahan dilakukan, siapkan terlebih dahulu kolam tempat
pemijahan. Kolam yang ideal untuk pemijahan adalah panjang 2-3 meter, lebar 1-2
meter, dengan kedalaman 1 meter. Sebelumnya kolam harus dibersihkan dan
dijemur, kemudian diisi air sedalam 30-40 cm. Pasang kakaban, bisa dibuat
dengan ijuk yang dijepit dengan bambu seukuran area kolam. Kakaban berfungsi
agar telur hasil pemijahan tidak berhamburan dan mudah dipindahkan. Waktu yang
tepat untuk memasukkan indukan ke dalam kolam pemijahan adalah sore hari.
Biasanya ikan lele akan memijah sekitar pukul 23.00-05.00 . setelah selesai
pemijahan,telur akan menempel pada kakaban. Telur yang berhasil dibuahi
berwarna transparan, sedangkan yang gagal berwarna putih susu. Selanjutnya
telur yang dibuahi ditetaskan. Penetasan bisa dilakukan di kolam pemijahan
ataupun ditempat lain seperti aquarium. Telur yang telah dibuahi akan menetas
dalam waktu 24 jam menjadi larva. Setelah itu , segera pisahkan telur yang
gagal atau larva yang mati untuk mencegah tumbuhnya jamur. Selanjutnya lakukan
proses pembesaran larva.
b.
Pemijahan dengan penyuntikan hipofisa.
Pada
dasarnya pemijahan dengan penyuntikan hipofisa sama dengan pemijahan secara
alami. Perbedaannya terletak pada proses penyuntikan hipofisa pada induk ikan
sebelum proses pemijahan dilakukan. Fungsi dari hipofisa adalah untuk
merangsang pertumbuhan dan pematangan sel telur. Sehingga hasil yang diperoleh
lebih maksimal dibandingkan dengan pemijahan secara alami. Kelenjar hipofisa
didapatkan dari ikan donor x yang telah dewasa. Diusahakan agar ikan donor dan
ikan yang akan dipijah memiliki bobot berat yang sama.
Cara
mendapatkan kelenjar hipofisa adalah dengan membelah kepala ikan. Peralatan
yang dibutuhkan adalah pisau, tang penjepit, pinset, gelas atau tabung reaksi,
gelas penggerus, dan suntikan.
Langkah-langkah
:
1.
Potong ikan pada
bagian pangkal kepala.
2.
Letakkan mulut
ikan lele mengarah keatas, buka mulut ikan lele lalu belah bukaan mulut dengan
pisau secara melintang.
c.
Pemijahan ikan lele in vitro :
Proses
pemijahan ini meupakan proses pemijahan dimana pembuahan dilakukan dalam sebuah
tabung atau wadah.
Pada
pemijahan ikan lele ini lele jantan akan dibunuh dan di belah untuk di ambil
spermanya dan ikan lele betina disuntik untuk mengeluarkan telurnya.
Berikut
alat dan bahan, serta langkah-langkah untuk pemijahan :
1.Alat dan bahan :
·
Mangkok plastik
atau kaca
·
Bulu ayam
·
Kertas tisu
·
Pisau
·
Gunting
·
Pinset
·
Sodium klorida
0,9% atau cairan infus
2.langkah-langkah :
·
Siapkan sperma
ikan lele jantan dengan cara membedah perutnya secara membujur.
·
Siapkan induk
betina yang sudah disuntik 8-10jam sebelumnya. Keluarkan sel telur dengan cara
mengurut perut induk lele kearah kelaminnya
·
Campurkan sel
telur dengan sperma dimangkok dan aduk dengan bulu ayam.
·
Masukan campuran
sel telur dan sel sperma kedalam kolam dengan menggunakan bulu ayam.
·
Lakukan
pengayaan oksigen pada kolam penetasan dengan aerotor.
IV.
PENETASAN TELUR
1. Telur akan menetas setelah lebih dari 18 jam (dalam hal ini penetasan telur akan
dipengaruhi oleh suhu air),
2. Setelah telur menetas, semua kakaban/waring diangkat,
3. Telur yang tidak menetas segera disiphon.
1. Telur akan menetas setelah lebih dari 18 jam (dalam hal ini penetasan telur akan
dipengaruhi oleh suhu air),
2. Setelah telur menetas, semua kakaban/waring diangkat,
3. Telur yang tidak menetas segera disiphon.
V.
PEMELIHARAAN BENIH
1
Mengganti atau
mengoplos air bak 1 hari setelah telur menetas jika air menjadi keruh dan bau. Jika kondisi air tidak berubah maka
penggantian air dapat dilakukan pada H+6 dengan cara pengenceran/menambahkan
air. (Air tidak diganti untuk menghindari agar benih tidak stress).
2
Pemberian
Vetegard sebanyak 5 gr/m3 air pada Hari ke-3 dengan cara dilarutkan pada air
bak pemeliharaan larva, (jika tidak ada tidak apa-apa).
3
Jika
memungkinkan, pada H+2 mulai diberikan pakan alami berupa moina/daphnia sampai
H+8.
4
Jika tidak
terdapat kutu air, bisa langsung diberikan cacing Tubifex dengan cara ditebar
secara merata sampai hari ke-14. Pada H-13 dan H-14. Benih dapat
juga mulai diberikan PSP/Bintang PSC 581berupa pasta sebagai latihan
sebelum diberikan full pakan buatan bintang PSC 581.
5
Pada hari ke-15
sampai panen ukuran 2-3 cm (hari ke-23-24), larva diberi pakan buatan
crumble (Bintang PSC 581) sebanyak 5-8% dari biomassa benih ikan
lele sedikit demi sedikit dengan frekuensi pemberian pakan yang lebih
sering.
6
Selama
pemeliharaan larva, suhu air bak dijaga optimum (28-300C).
7
Penggantian air
dilakukan setiap hari jika telah mulai diberikan pakan buatan dengan
ketinggian air mulai ditingkatkan menjadi 15-20 cm.
8
Setiap setelah
penggantian air, berikan garam sebanyak 100 ppm (100 mg/1 liter
air atau 100 gram/1000 Liter air) dan juga diberikan larutan vit C
sebanyak 10 ppm pada hari ke-10 dan 17.