Kamis, 28 April 2016

PROSES PRODUKSI PEMBENIHAN IKAN LELE

PROSES PRODUKSI PEMBENIHAN IKAN LELE

 














ANGGOTA KELOMPOK LELE 1 :
1.      I GEDE ANGLING REKA PUTRA                        (05)
2.      NI MADE ARTHINI DWI LESTARI                      (08)
3.      PUTU RIESMA OVILYA PUTRI                            (09)
4.      PUTU TIYA KIRANA WIBAWA                            (10)
ANGGOTA KELOMPOK LELE 2 :
1.      I DW. AGUNG GEDE OKA DWI WICAKSANA     (11)
2.      NI MADE IRMA FEBBY PRASASTI DEWI            (13)
3.      GUSTI AYU ITA PURNAMI                                      (16)
4.      I GEDE ADRIYAN ANTANARA                               (28)



SMA NEGERI 2 AMLAPURA
TAHUN PELAJARAN 2015/2016

      I.            Persipan Sarana dan Prasarana Pemeliharaan Induk Lele
Persiapan lahan.
A.    Proses pengolahan lahan (pada kolam tanah) :
o   Pengeringan : untuk membersikan kolam dan mematikan berbagai bibit penyakit.
o   Pengapuran : dilakukan dengan kapur dolomit atau zeolit dosis 60 gram/m2  untuk mengembalikan keasaman tahan dan mematikan bibit penyakit yang tidak mati saat pengeringan.
o   Perlakuan TON (tambak organik nusantara) : untuk menetralakan berbagai racun dan gas berbahaya hasil pembusukan bahan organik sisa budiday sebelumnya.
o   Pemasukan air : dilakukan secara bertahap mula –mula setinggi 30 cm dan dibiarkan 3 – 4 hari untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami lele.
B.     Pada Tipe Kolam Berupa Bak :
o   Pembersihan bak dari kotoran (sisa budidaya sebelumnya).
o   Penjemuran bak agar kering dan bibit penyakit mati. Pemasukan air dapat dilakukan langsung penuh dan segera diberi perlakukan TON dengan dosis yang sama.
C.     Pada Tipe Kolam Berupa Terpal :
-          Tahap utama dalam budidaya ikan lele adalah wadah atau kolam budiday yang baik seperti pada tipe kolam terpal langkah –langkah yang dilakukan daam persiapan menggunakkan kolam terpal adalah :
o   Bagian dalam terpal dicuci dengan sabun untuk menghilangkan bau lem tau bahan kimia yang dapat membunuh benih ikan.
o   Setelah itu bagian dalam terpal dibilas bersih dan dikeringkan dalam sehari.
o   Kolam diisi air hingga ketinggian 20 cm.
o   Setelah kolam terisi air diamkan kurang lebih satu minggu untuk proses pembentukan lumut dan untu pertumbuhan fitoplankton.


Adapun kelebihan kolam tanah, dibandingkan dengan kolam tembok, terpal atau aquarium :
Ø  Terdapat beranekaragam organisme yang dapat menunjang kehidupan ikan lele.
Ø  Biaya pembuatan kolam tanah relatif lebih murah dibandingkan jenis kolam lainnya.
Ø  Lebih fleksibel, mudah dialih fungsikan untuk tujuan lain seperti sawah.
 Tipe kolam tanah :
Ø  Kolam tanah dengan tanggul tanah.
Ø  Kolam tanah dengan tanggul tembok atau batu.
Ø  Kolam tambak air payau.

Alat  - alat yang digunakkan untuk budidaya ikan lele diantaranya :
a.       Substrat sarang : bahan sarang yang nantinya akan digunakkan oleh pejantan untuk membuat sarang. Substrat yang digunakkan adalah ijuk.
b.      Waring atau hanco : berguna untuk menangkap benih ikan dalam kolam.
c.       Hapa : berguna untuk penetasan telur secara terkontrol dan kadang –kadang untuk menangkap benih.
d.      Waring/ scoopnet : berguna untuk menangkap benih ikan yang berumur satu minggu keatas.
e.       Kekaban : berguna untuk tempat penempelan telur yang bersifat melengket.
f.       Ember : untuk menampung benih sementara.
g.      Piring secchi : untuk mengukur tingkat kecerahan air.
h.      Saringan : untuk membersihkan permukaan kolam dari kotoran dan membersihkan sisa pakan yang tidak habis.




   II.            Pemeliharaan induk lele
·         ciri-ciri induk lele
1.      Indukan berusia ± 8 s/d 30 bulan
2.      Berat indukan berkisar antara 1,2 s/d 4 kg
3.      Bentuk tubuh normal , tidak ada kelainan dan kondisi dalam keadaan sehat
·         ciri-ciri perbedaan induk betina dan jantan
Induk betina
Induk jantan
Alat kelamin berbentuk oval
Alat kelamin berbentuk bulat panjang
Perawakan pendek
Perawakan panjang
Bentuk moncong lebih tumpul
Bentuk moncong induk jantan lebih runcing

·         ciri-ciri induk yang siap dibuahi dan membuahi
Induk betina
Induk jantan
Alat kelamin terlihat agak menonjol dan berwarna merah atau abu –abu
Alat kelamin berwarna merah atau abu –abu
Perut buncit dan jika dipegang terasa kenyal
Jika bagian perut ditekan akan keluar cairan sperma yang berawarna putih
Jika bagian punggung diusah dengan tangan sirip punggung akan berdiri
Jika bagian punggung diusah dengan tangan sirip punggung akan berdiri
Gerakan kurang agresif
Gerakan lebih agresif

1.      Pemberian pakan
Agar memperoleh kematangan induk yang memadai setiap hari induk diberi pakan yang bergizi. Jenis pakan yang diberikan yaitu pakan buatan yang berupa pelet sebanyak 3-5 % perhari dari total bobot induk yang dipelihara. Ada juga induk lele yang diberi pakan berupa limbah peternakan ayam (ayam tiren) yang dibakar atau direbus terlebih dahulu. Pakan diberikan 2 – 3 x sehari pada pagi, sore, dan malam hari.
2.      Pengelolaan kualitas air
Dalam pemiliharan induk lele kualitas air tidak terlalu berpengaruh induk lele termasuk ikan yang mampu hidup pada kondisi kualitas air yang jelek sekalipun, asalkan air tidak tercemar oleh limbah berbahaya. Karena kemampuan tersebut maka induk lele ini dipelihara pada bak atau wadah yang airnya tidak mengalir agar lele dapat hidup dengan nyaman. Yang perlu diperhatikan volume air atau ketinggian air wadah jangan sampai berkurang. Ketinggian air sebaiknya dipertahankan  minimal 75 cm agar induk tidak mudah stress.
3.      Pengendalian hama dan penyakit
Hama yang sering mengganggu induk ikan lele yaitu biawak, ular, dan ikan-ikan predator seperti gabus,belut,atau dari lele-lele sejenis yang berukuran lebih besar. Sedangkan penyakit relatif jarang menyerang. Namun jenis-jenis jamur saprolegnia sp. Kadang-kadang sering menyerang,terutama sehabis induk-induk ikan selesai memijah .
III.            Pemijahan Induk Lele
Saat ini banyak berkembang cara pemijahan ikan lele, dari mulai cara alami hingga cara intensif.
a.      Pemijahan ikan lele secara alami.
Langkah pertama untuk pemijahan ikan lele secara alami adalah dengan memilih induk betina dan jantan yang sudah matang gonad. Sebelum proses pemijahan dilakukan, siapkan terlebih dahulu kolam tempat pemijahan. Kolam yang ideal untuk pemijahan adalah panjang 2-3 meter, lebar 1-2 meter, dengan kedalaman 1 meter. Sebelumnya kolam harus dibersihkan dan dijemur, kemudian diisi air sedalam 30-40 cm. Pasang kakaban, bisa dibuat dengan ijuk yang dijepit dengan bambu seukuran area kolam. Kakaban berfungsi agar telur hasil pemijahan tidak berhamburan dan mudah dipindahkan. Waktu yang tepat untuk memasukkan indukan ke dalam kolam pemijahan adalah sore hari. Biasanya ikan lele akan memijah sekitar pukul 23.00-05.00 . setelah selesai pemijahan,telur akan menempel pada kakaban. Telur yang berhasil dibuahi berwarna transparan, sedangkan yang gagal berwarna putih susu. Selanjutnya telur yang dibuahi ditetaskan. Penetasan bisa dilakukan di kolam pemijahan ataupun ditempat lain seperti aquarium. Telur yang telah dibuahi akan menetas dalam waktu 24 jam menjadi larva. Setelah itu , segera pisahkan telur yang gagal atau larva yang mati untuk mencegah tumbuhnya jamur. Selanjutnya lakukan proses pembesaran larva.

b.      Pemijahan dengan penyuntikan hipofisa.
Pada dasarnya pemijahan dengan penyuntikan hipofisa sama dengan pemijahan secara alami. Perbedaannya terletak pada proses penyuntikan hipofisa pada induk ikan sebelum proses pemijahan dilakukan. Fungsi dari hipofisa adalah untuk merangsang pertumbuhan dan pematangan sel telur. Sehingga hasil yang diperoleh lebih maksimal dibandingkan dengan pemijahan secara alami. Kelenjar hipofisa didapatkan dari ikan donor x yang telah dewasa. Diusahakan agar ikan donor dan ikan yang akan dipijah memiliki bobot berat yang sama.
Cara mendapatkan kelenjar hipofisa adalah dengan membelah kepala ikan. Peralatan yang dibutuhkan adalah pisau, tang penjepit, pinset, gelas atau tabung reaksi, gelas penggerus, dan suntikan.
Langkah-langkah :
1.      Potong ikan pada bagian pangkal kepala.
2.      Letakkan mulut ikan lele mengarah keatas, buka mulut ikan lele lalu belah bukaan mulut dengan pisau secara melintang.
c.       Pemijahan ikan lele in vitro :
Proses pemijahan ini meupakan proses pemijahan dimana pembuahan dilakukan dalam sebuah tabung atau wadah.
Pada pemijahan ikan lele ini lele jantan akan dibunuh dan di belah untuk di ambil spermanya dan ikan lele betina disuntik untuk mengeluarkan telurnya.
Berikut alat dan bahan, serta langkah-langkah untuk pemijahan :
      1.Alat dan bahan :
·         Mangkok plastik atau kaca
·         Bulu ayam
·         Kertas tisu
·         Pisau
·         Gunting
·         Pinset
·         Sodium klorida 0,9% atau cairan infus
2.langkah-langkah :
·         Siapkan sperma ikan lele jantan dengan cara membedah perutnya secara membujur.
·         Siapkan induk betina yang sudah disuntik 8-10jam sebelumnya. Keluarkan sel telur dengan cara mengurut perut induk lele kearah kelaminnya
·         Campurkan sel telur dengan sperma dimangkok dan aduk dengan bulu ayam.
·         Masukan campuran sel telur dan sel sperma kedalam kolam dengan menggunakan bulu ayam.
·         Lakukan pengayaan oksigen pada kolam penetasan dengan aerotor.
IV.            PENETASAN TELUR

1. Telur akan menetas setelah lebih dari 18 jam (dalam hal ini penetasan telur  akan
    dipengaruhi oleh suhu air),
2. Setelah telur menetas, semua kakaban/waring diangkat,
3. Telur yang tidak menetas segera disiphon.

   V.            PEMELIHARAAN BENIH
1        Mengganti atau mengoplos air bak 1 hari setelah telur menetas jika air menjadi keruh   dan bau. Jika kondisi air tidak berubah maka penggantian air dapat dilakukan pada H+6 dengan cara pengenceran/menambahkan air. (Air tidak diganti untuk menghindari agar benih tidak stress).
2        Pemberian Vetegard sebanyak 5 gr/m3 air pada Hari ke-3 dengan cara dilarutkan pada air bak pemeliharaan larva, (jika    tidak ada tidak apa-apa).
3        Jika memungkinkan, pada H+2 mulai diberikan pakan alami berupa moina/daphnia sampai H+8.
4        Jika tidak terdapat kutu air, bisa langsung diberikan cacing Tubifex dengan cara ditebar secara merata sampai hari ke-14. Pada H-13 dan H-14. Benih dapat juga mulai diberikan PSP/Bintang PSC 581berupa pasta sebagai latihan sebelum diberikan full pakan buatan bintang PSC 581.
5        Pada hari ke-15 sampai panen ukuran 2-3 cm (hari ke-23-24), larva diberi pakan buatan crumble (Bintang PSC 581) sebanyak 5-8% dari biomassa benih ikan lele sedikit demi sedikit dengan frekuensi pemberian pakan yang lebih sering.
6        Selama pemeliharaan larva, suhu air bak dijaga optimum (28-300C).
7        Penggantian air dilakukan setiap hari jika telah mulai diberikan pakan buatan dengan ketinggian air mulai ditingkatkan menjadi 15-20 cm.
8        Setiap setelah penggantian air, berikan garam sebanyak 100 ppm (100 mg/1 liter air atau 100 gram/1000 Liter air) dan juga diberikan larutan vit C sebanyak 10 ppm pada hari ke-10 dan 17.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar